Rabu, 19 Juni 2013

Pelajar di Bima Todong Polisi dengan Pistol

BIMA, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Alex.

- Sirajudin Seraratin, 18, tahun, pelajar kelas II jurusan mesin Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 18 Juni 2013, meringkuk di dalam sel tahanan Kepolisian Resor Bima.

Kepala Unit Tidan Pidana Tertenu Polres Bima Brigader Tamrin menjelaskan, Sirajudin menodongkan pistol rakitan kepada seorang polisi lalu lintas Brgadir Satu Nukrah.

Di sekitar SMK Woha sedang berlangsung pertandingan sepakbola. Pada saat yang bersamaan, Brgadir Satu Nukrah, menjalankan tugasnya mengatur arus lalu lintas yang sedang macet, tak jauh dari lapangan bola.

Secara tiba tiba terdengar suara letusan senjata api. Brgadir Satu Nukrah berjalan ke arah lokasi yang menjadi tempat munculnya suara tembakan. ”Dia melihat seorang pelajar memegang senjata api,” kata Tamrin.

Ternyata pelajar tersebut adalah Sirajudin, yang dikenal kerap berbuat onar itu. Dia bersama temannya, Ruslan. Pada saat didekati, Sirajudin malah terlihat emosional. Terjadi adu mulut dengan Brgadir Satu Nukrah. ”Saya tembak kamu,” ucap Sirajudin sambil menodongkan pistolnya ke arah Brgadir Satu Nukrah.

Sirajudin juga sempat memaki-maki polisi. Beberapa kali Sirajudin dan Ruslan berusaha melayangkan pukulan dengan tangan kosong. Namun Brgadir Satu Nukrah menghindar dan menangkis pukulan.

Aksi tersebut dihentikan warga dan beberapa orang polisi. “Polisi berhasil merampas pistolnya,” ujar salah seorang saksi, Dedi, kepada Tribunekompas saat berada di Markas Polres Bima.

Salah seorang guru SMK Woha Baharudin mengatakan, Sirajudin dalam kondisi mabuk. Dia akan dipecat dari sekolahnya. ”Perbuatannya adalah tindakan kriminal, harus dipecat,” tuturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar