JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Anto.
- Badan Narkotika Nasional masih mengejar jaringan pengedar narkotik yang memasok 3,4-methylenedioxymethcathinone, zat baru turunan katinona, kepada Raffi Ahmad. "Jaringannya siapa, sumbernya dari mana, masih dalam perkembangan," kata juru bicara BNN, Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto, di Jakarta, Selasa, 29 Januari 2013.
Karena itulah, hingga kemarin, Badan Narkotika belum melepaskan Raffi, Wanda Hamidah dan delapan orang lainnya dari tahanan. BNN masih melanjutkan pemeriksaan terhadap Raffi dan kawan-kawan. Penetapan status tersangka terhadap 10 orang ini dilakukan setelah perpanjangan masa pemeriksaan 3 x 24 jam atau jatuh pada Jumat mendatang. "Suka tidak suka, mau tidak mau, penyidik akan menentukan status masing-masing,” kata Sumirat.
Menurut Sumirat, zat itu hanya bisa ditemukan di Singapura dan Amerika Serikat. Bahkan sejumlah negara sudah melarang peredarannya. Dia menjelaskan, efek atau pengaruh dari zat tersebut mirip methylenedioxymethampetamine atau yang lebih dikenal dengan ekstasi.
Ahad dinihari lalu, BNN menggerebek rumah Raffi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang ditengarai menjadi tempat pesta narkotik. Dari dalam rumah, BNN menyita dua linting ganja dan 14 butir zat turunan baru katinona. BNN juga memeriksa 16 orang lain, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Wanda Hamidah, serta selebritas Irwansyah dan Zaskia Sungkar.
Selasa siang, BNN membebaskan tujuh orang, termasuk Irwansyah, Zaskia, Furki, Mira, Muhammad, Roni Wijaya, dan Tufatun Nafi. BNN tidak cukup bukti untuk menahan ataupun meningkatkan status kasusnya ke proses penyidikan. Apalagi, hasil tes urine laboratorium menunjukkan ketujuh orang itu bebas dari unsur narkoba.
Zaskia dan Irwansyah mengaku hanya dimintai keterangan sebagai saksi perihal penggerebekan di rumah Raffi. Zaskia mengatakan mereka datang sekitar pukul 05.30 ketika petugas BNN menggerebek rumah Raffi. "Kami datang ingin meminta tanda tangan giro untuk perusahaan kami, Arwansyah Picture," katanya.
Berdasarkan hasil tes dari 10 orang yang ditahan itu, lima orang dinyatakan positif narkoba, masing-masing 2 orang positif memakai tetrahidrocanabinoid atau ganja. Sedangkan 2 orang lainnya positif memakai ekstasi, serta 1 orang lagi positif menggunakan keduanya atau terbukti memakai ganja dan ekstasi.
Adapun dua orang yang masih ditahan BNN positif mengkonsumsi 3,4-methylenedioxymethcathinone. Semula Sumirat menyebutkan, salah seorang di antaranya yang positif itu berinisial R dan berprofesi sebagai pekerja seni. Belakangan, Sumirat membenarkan bahwa R adalah Raffi Ahmad.
By: Anto.
- Badan Narkotika Nasional masih mengejar jaringan pengedar narkotik yang memasok 3,4-methylenedioxymethcathinone, zat baru turunan katinona, kepada Raffi Ahmad. "Jaringannya siapa, sumbernya dari mana, masih dalam perkembangan," kata juru bicara BNN, Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto, di Jakarta, Selasa, 29 Januari 2013.
Karena itulah, hingga kemarin, Badan Narkotika belum melepaskan Raffi, Wanda Hamidah dan delapan orang lainnya dari tahanan. BNN masih melanjutkan pemeriksaan terhadap Raffi dan kawan-kawan. Penetapan status tersangka terhadap 10 orang ini dilakukan setelah perpanjangan masa pemeriksaan 3 x 24 jam atau jatuh pada Jumat mendatang. "Suka tidak suka, mau tidak mau, penyidik akan menentukan status masing-masing,” kata Sumirat.
Menurut Sumirat, zat itu hanya bisa ditemukan di Singapura dan Amerika Serikat. Bahkan sejumlah negara sudah melarang peredarannya. Dia menjelaskan, efek atau pengaruh dari zat tersebut mirip methylenedioxymethampetamine atau yang lebih dikenal dengan ekstasi.
Ahad dinihari lalu, BNN menggerebek rumah Raffi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang ditengarai menjadi tempat pesta narkotik. Dari dalam rumah, BNN menyita dua linting ganja dan 14 butir zat turunan baru katinona. BNN juga memeriksa 16 orang lain, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Wanda Hamidah, serta selebritas Irwansyah dan Zaskia Sungkar.
Selasa siang, BNN membebaskan tujuh orang, termasuk Irwansyah, Zaskia, Furki, Mira, Muhammad, Roni Wijaya, dan Tufatun Nafi. BNN tidak cukup bukti untuk menahan ataupun meningkatkan status kasusnya ke proses penyidikan. Apalagi, hasil tes urine laboratorium menunjukkan ketujuh orang itu bebas dari unsur narkoba.
Zaskia dan Irwansyah mengaku hanya dimintai keterangan sebagai saksi perihal penggerebekan di rumah Raffi. Zaskia mengatakan mereka datang sekitar pukul 05.30 ketika petugas BNN menggerebek rumah Raffi. "Kami datang ingin meminta tanda tangan giro untuk perusahaan kami, Arwansyah Picture," katanya.
Berdasarkan hasil tes dari 10 orang yang ditahan itu, lima orang dinyatakan positif narkoba, masing-masing 2 orang positif memakai tetrahidrocanabinoid atau ganja. Sedangkan 2 orang lainnya positif memakai ekstasi, serta 1 orang lagi positif menggunakan keduanya atau terbukti memakai ganja dan ekstasi.
Adapun dua orang yang masih ditahan BNN positif mengkonsumsi 3,4-methylenedioxymethcathinone. Semula Sumirat menyebutkan, salah seorang di antaranya yang positif itu berinisial R dan berprofesi sebagai pekerja seni. Belakangan, Sumirat membenarkan bahwa R adalah Raffi Ahmad.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar