JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS) By: Anto.
- Polisi sudah memeriksa beberapa orang yang diduga turut membantu pelarian tersangka penyerangan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Menurut juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mereka bisa ditetapkan sebagai tersangka. Salah seorang yang diperiksa itu adalah Bobby. “Tapi status Bobby saat ini masih saksi,” kata Rikwanto, Rabu 7 Maret 2012.
Nama Bobby muncul setelah polisi menangkap Irene Sophia Tupessy, seorang dari 13 tersangka penyerangan RSPAD. Antara Irene dan Bobby masih ada ikatan tali keluarga. Bobby membawa Irene ke rumah Hercules--lelaki yang pernah menjadi "penguasa" kawasan Tanah Abang, Jakarta-di Indramayu, Jawa Barat.
Menurut Rikwanto, penyidik belum tahu motivasi Bobby menyembunyikan Irene. Kemarin penyidik masih memeriksa lelaki itu. “Kalau terbukti dia tahu bahwa yang dibantu adalah tersangka, dia bisa juga dijadikan tersangka karena membantu menyembunyikan,” kata Rikwanto.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol mengatakan Irene datang ke Indramayu atas saran Bobby. Bahkan Bobby memastikan Irene tidak akan ditangkap jika bersembunyi di sana. “Dia jamin keamanannya,” kata Yoyol.
Hercules sendiri mengaku mengenal Bobby tapi tidak mengenal Irene. Dia tidak tahu Bobby membawa Irene ke rumahnya di Indramayu. Apalagi, saat Bobby datang dengan Irene, Hercules mengaku sedang berada di Jakarta. “Bobby yang minta izin menumpang di sana,” katanya.
Dalam insiden penyerangan di RSPAD, diduga Irene memiliki peran penting. Dialah yang mengumpulkan massa untuk melakukan penyerangan. Ibu tujuh anak itu juga disebut-sebut ikut menyerang kelompok Edi sambil menenteng senjata mirip pedang samurai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar