MOROWALI, (Tribunekompas)
By: Leo.
- Hingga saat ini tercatat dua warga tewas dalam kerusuhan yang terjadi di wilayah kerja Joint Operating Body (JOB) Medco-Pertamina, kawasan Tiaka, Morowali, Sulawesi Tengah.
Dua warga tersebut, Marten, 30 tahun, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk, Banggai, Selasa pagi tadi, 23 Agustus 2011. Sedangkan Senin kemarin, 22 Agustus 2011, Yurifin alias Ateng juga tewas terkena tembakan di bagian badannya.
Seorang dokter jaga di RSUD Luwuk, Laila, mengatakan Marten, warga Desa Kolo Bawah, Kecamatan Morowali, tewas pada pukul 06.00 WITA karena mengalami luka tembak di paha, pangkal paha, dan patah tulang paha.
Saat ini masih ada enam korban yang masih dirawat, yakni Halik, Alwi, Fahruddin, Taslim, Jeni, dan Andre Sondeng. “Semua korban mengalami luka tembak, seperti di lengan dan kaki,” ujar Laila.
Beberapa di antaranya akan dirujuk ke Rumah Sakit Bayangkara Palu untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil dan perawatan medis lainnya. Korban Halik, misalnya, mengalami luka robek di tangan kanan dan terkena tembakan di betis kiri serta memar di beberapa bagian tubuh. Sedangkan Alwi mengalami dua luka tembak di bagian pantat dengan kedalaman lima centimeter dan dua centimeter.
Adapun Fahrudin mengalami luka di jari kiri dan tengah akibat diterjang peluru. Demikian pula Taslim ditembus peluru di bagian lengan, dan Jeni tertembak pada paha kanan. Satu pelaku lain yakni Andre M. Sondeng masih dirawat di ruang ICU RSU Luwuk karena mengalami luka tembak di dada.
Senin sore, 22 Agustus 2011, ratusan warga melakukan unjuk rasa di lapangan minyak Pulau Tiaka. Mereka menuntut perusahaan merealiasasi program pemberdayaan masyarakat. Lapangan minyak yang dikelola bersama Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi sejak 2005 itu belum merealisasi dana pemberdayaan masyarakat.
Warga menjadi anarkistis karena tidak berhasil menemui pimpinan perusahaan. Mereka merusak fasilitas pengeboran minyak, termasuk lokasi yang mengandung bahan kimia berbahaya. Mereka juga menyandera dua karyawan Medco. Warga bahkan membakar anjungan minyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar